Jadilah Mujahid Cyber!

0
376
cyber

Mujahid cyber! Istilahnya bombastis. Namun maknanya sangatlah sederhana: Sebarkan kebaikan lewat dunia maya!

Kita tahu ini abad digital. Berkat internet, penyebaran informasi begitu mudah dan masif di media sosial.

Mengapa kita harus menjadi mujahid cyber?

Karena keburukan pun bisa disebarkan dengan mudah melalui Facebook, Twitter dan WA oleh para penyebar keburukan. Ada yang menjadi ustadz parodi. Hobinya mencerca ulama, membelokkan hadits nabi dan menjungkirbalikkan pesan ayat-ayat suci. Anehnya, ‘jamaahnya’ banyak.

Ada aktivis-aktivis gelap di dunia maya. Tugasnya membuat berita miring tentang umat Islam. Memojokkan para ustadz. Ada selebriti media sosial. Kesukaannya nyinyir terhadap nasehat-nasehat agama.

Begitulah era digital. Semua orang bebas mengakses dan menyebarkan informasi, baik yang membangun maupun yang merusak. Sekarang paham apapun bisa disebar. Menyebarkan informasi begitu mudah, seperti orang meludah.

Sayangnya umat Islam masih ketinggalan dalam memanfaatkan kemajuan era digital. Infrastruktur informasi seperti portal berita banyak dikuasai non muslim. Alhasil, mereka lebih mampu mempengaruhi persepsi publik. Anda tahu, persepsi publik sering mempengaruhi kebijakan publik. Siapa yang menguasai informasi, dialah yang akan menjadi pemenang.

Era virtual juga belum diikuti tradisi berkemajuan oleh umat Islam. Contoh, jika masa lalu tradisi gosip dilakukan ibu-ibu sambil cari kutu, kini dipindah ke WA. Smartphone yang seharusnya menghasilkan “smart society”, malah melahirkan “gossip society”.

Facebook dan Twitter juga masih banyak digunakan untuk hiburan, pamer menu makanan, pamer barang-barang mahal, nampang selfie dan chit chat perkara yang remeh-temeh.

Miliki paradigma: dunia virtual adalah area dakwah dan penyebaran kebaikan dan pesan-pesan Islam. Milikilah akun di media sosial. Jangan karena alasan bahwa media sosial banyak mudharat, Anda tidak memiliki akun. Kalau orang-orang baik seperti Anda tidak aktif di dunia maya, siapa yang mau menyebarkan pesan-pesan kebaikan? Siapa yang mau meng’counter’ para penyebar keburukan?

Dakwah virtual sebenarnya lebih dahsyat daripada dakwah tatap muka. Tatap muka begitu terbatas waktu dan kesempatannya. Di dunia virtual, kita bisa kapan saja menyebarkan pesan-pesan ayat suci dan ajaran Nabi. Orangpun dengan mudah membaca, melihat dan mendengar pesan-pesan kebaikan kita.

Jadilah mujahid cyber. Tulislah pesan-pesan Islam. Jika menulis dirasa sulit, sebarkan meme, gambar, video, poster dan tulisan-tulisan yang mengajak kepada kebaikan-kebaikan.

Sampaikanlah walau satu ayat !

Melbourne, 10/1/2017
Ustadz Endro DH