Hukmul Jahiliyyah

0
197
think

Rasulullah pernah memberi ‘warning’ bahwa banyak orang yang hanya dapat lapar dan haus saja dari puasanya. Jika demikian, puasa yang berhasil selaiknya ditandai oleh hadirnya perubahan sikap mental, ‘paradigm shift’ atau tranformasi ‘mindset’ agar menjadi manusia yang lebih bijak, ‘wise’ nan bertaqwa.

Tranformasi diri yang melahirkan kualitas diri yang lebih baik hanya diniscayakan apabila kita mau meninggalkan “hukmul jahiliyyah”.

Menurut Nouman Ali Khan, jahil artinya ‘ignorance’ dan ‘mindlessness’. Jadi jahil bisa berarti orang yang bodoh (tak berilmu) dan orang yang tidak berpikir dalam bertindak. Menurut Nouman, “Quran complains about people who do not think, not necessarily people who do not know”. Abu Jahal adalah orang yang berilmu. Ia tahu kebenaran Islam. Namun pikirannya tak mendorongnya untuk tunduk kepada kebenaran.

Orang-orang yang tak mau berpikir (mindlessness) dalam tindakannya akan jatuh kedalam ‘hukmul jahiliyyah’, yakni bertindak tidak berdasarkan akal, tetapi berdasarkan nafsu. Dalam bahasa Nouman Ali Khan “. Hukmul Jahiliyyah is “When you do not restrain yourself and you have no self- control in your actions”.

Contoh, jika ada seorang remaja yang mengaku sebagai homoseksual, atau jika seseorang hendak melakukan zina, para pendukung paham kebebasan akan berkata: “ You are entitled to have your feeling. If you are having your feeling that must be a good thing. You should live by that feeling. And the only way to get happiness is to do whatever you do based on your feeling”.

Bertindak berdasarkan paham ‘freedom’ inilah tanda matinya ‘aql’ dalam diri manusia. Dan ‘Aql’ adalah lawan dari jahil. Ketika ‘akal’ mati, manusia akan digerakkan oleh ego, perasaan dan nafsu. Ia akan menafikan kebenaran-kebenaran ajaran kitab suci dan Nabi. Inilah Hukmul Jahiliyyah !

Pamungkas, menjadi muslim membawa konsekwensi diri kita untuk ‘mengislam’. Islam berarti ‘submission to God”. Mengislam berarti rela untuk ‘tidak bebas’. Mengislam berarti siap untuk m melakukan ‘self-control’. Mengislam berarti rela untuk terikat oleh aturan-aturan Allah. Mengislam berarti rela untuk selalu melakukan ‘check’ dan ‘re-check’ apakah semua tindakan kita telah sesuai dengana aturanNya.

Semoga kita bisa menjauhi ‘hukmul jahiliyyah’ !

Melbourne, 16 Juli 2016
Ustadz Endro Hatmanto