4 Ujian Hidup

0
520

Hari pertama tahun baru 2017 sudah kita lalui. Tantangan hidup ke depan tentu akan semakin rumit dan komplek. Semua orang pasti memiliki berbagai tantangan dan ujian dalam hidupnya: sakit, problem rumah tangga, pekerjaan, masalah keuangan, kematian orang dekat dan sederet problem lainnya.

Saya selalu terkesan dengan kalimat yang diungkapkan oleh Barbara Marciniak, penulis buku “Lesson in living” yang mengatakan: “Sometimes the most difficult challenge hold the greatest gems of light”. Tantangan hiduplah yang membuat kita lebih kuat, tangguh dan dewasa.

Quranpun mengajarkan bahwa kita akan senantiasi diuji oleh Allah, agar kita menjadi manusia yang lebih baik.

Renungkanlah:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sementara mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al ‘Ankabut: 2)

Allah melalui surat Al Kahfi menyebut 4 macam tantangan dan ujian yang akan dihadapi manusia dalam kehidupannya.

YANG PERTAMA ADALAH UJIAN KEIMANAN DAN KEYAKINAN yang digambarkan dalam surat al Kahfi ayat 9 sampai ke 26. Sekelompok pemuda muslim hidup di negeri kafir. Mereka bertekad hijrah untuk mempertahankan agama. Ini dilakukan setelah mereka mendakwahi kaumnya lalu mendapatkan penolakan, tekanan, dan intimidasi. Kekokohan iman merekapun menghadirkan pertolongan Allah.

Seperti penolakan yang dialami oleh sekelompok pemuda ini, meneguhkan iman dan menjadi istiqomah tidaklah mudah. Di tengah arus ideologi dan nilai yang makin heterogen kaum muslim dideskreditkan. Ajaran Islam sering dihujat. Keyakinan kaum mukmin dipersalahkan. Keberadaannya disudutkan. Kehidupannya dizalimi. Inilah bentuk ujian iman yang harus kita respon dengan keteguhan, istiqomah dan pantang berputus asa.

YANG KEDUA ADALAH UJIAN HARTA. Ayat 32-44 dari surah al-Kahfi mengisahkan seorang pemilik dua kebun yang kaya. Hasil kekayaan kebun membuatnya lupa. Ia tanggalkan iman. Ia kufur nikmat atas segala karunia Allah. Akhirnya, kebun dan hasilnya dihancurkan oleh Allah. Penyesalan demi penyesalan dialami oleh si pemilik kebun.

Seringkali kita beranggapan bahwa miskin harta adalah ujian dan banyak harta adalah kenikmatan. Jarang kita renungkan bahwa banyaknya harta adalah ujian. Di hari penghakiman, setiap diri kita akan ditanya darimana harta yang kita peroleh dan untuk apa harta kita gunakan.

Kaum beriman tentu mafhum bahwa harta tak laik untuk berpesta pora, tak elok untuk berbangga-bangga dan tak baik untuk berfoya-foya. Ada hak bagi kaum papa dari harta kita. Ada peruntukkan jalan kebajikan dan kebaikan dari harta kita.

YANG KETIGA ADALAH UJIAN ILMU. Ayat 60 sampai 82 surat al Kahfi menceritakan kisah Nabi Musa dan Khidzir. Ketika ditanya, “Siapa penduduk bumi yang paling pandai? Musa menjawab, “Saya”. Kemudian Allah mengabarkan dan menyadarkan nabi Musa bahwa ada manusia yang lebih pandai dari dirinya.

Banyaknya ilmu tidak serta merta menjadikan kita bijak. Tak sedikit orang pandai, bahkan dalam ilmu agama, yang mengalami sindrom ‘diabolisme intelektual’. Seperti Iblis, ilmu menjadikan para intelektual diabolos pongah dan tak mau tunduk kepada kebenaran dari Tuhan dan nabinya. Ketinggian ilmu seharusnya dapat menjadikan kita semakin bijak, tawadhu’ dan tunduk kepada kebenaran dari Allah dan RasulNya.

YANG KEEMPAT ADALAH UJIAN KEKUASAAN. Ayat 83 sampai 101 menggambarkan bagiamana sosok raja bernama Dzulqarnain berhasil memanfaatkan kepemimpinannya untuk menebarkan maslahat. Ia mengelilingi dunia ini dan menebarkan kebaikan di muka bumi. Ia menolong manusia. Ia mampu membendung kejahatan Ya'juj dan Ma'juj dengan membangun tembok raksasa (benteng) yg mengurung makhluk perusak tersebut.

Kekuasaan memang penuh pesona karena menjanjikan tahta dan harta. Tak susah untuk menyaksikan bagaimana manusia-manusia di negeri ini berebut kekuasaan dan mempertahankannya mati-matian.

Kabar buruknya, kekuasaan tanpa dilandasi sikap amanah akan melahirkan korupsi dan kezaliman. Dzulqarnai menjadi pelajaran bagi para penguasa bagaimana kekuasaan tidak menjadi fitnah namun menjadi berkah dan manfaat bagi orang-orang yang dipimpinnya.

Melbourne, 2 Januari 2017
Ustadz Endro DH